JAKARTA - PT Pertamina terus merestrukturisasi bisnisnya. Kali ini, perusahaan migas pelat merah itu bakal memprivatisasi anak usaha yang bergerak di luar bisnis inti (core business) sektor migas. Direktur Keuangan PT Pertamina Ferederick S.T. Siahaan mengatakan, anak usaha yang bakal diprivatisasi melalui mekanisme penawaran umum saham perdana (initial public offering atau IPO) adalah PT Tugu Pratama Indonesia, yang bergerak di bidang asuransi. "IPO diharapkan tahun ini, namun realisasinya akan disesuaikan dengan kondisi pasar," ujarnya di Jakarta kemarin (8/1).
Menurut Ferederick, porsi saham yang bakal dilepas ke pasar berkisar 20 - 30 persen. Namun, berapa target raupan dana IPO belum bisa disebutkan. ''Saat ini masih dikaji,'' katanya.
Yang jelas, lanjut dia, dana yang nantinya diperoleh dari IPO akan digunakan untuk menambah modal kerja perseroan.
Data Pertamina menyebut, hingga September 2008, laba bersih Tugu Pratama mencapai Rp 47,74 miliar. Raihan ini jauh di bawah pencapaian laba bersih 2007 yang mencapai Rp 136,97 miliar.
Ferederick mengatakan, restrukturisasi PT Tugu Pratama merupakan salah satu dari agenda besar restrukturisasi perseroan terhadap anak-anak usaha yang tidak terkait dengan core business Pertamina.
Menurut dia, transformasi bisnis anak-anak usaha dimaksudkan agar pengelolaan perusahaan lebih fokus dan efisien. "Divestasi usaha non inti meliputi perusahaan yang bergerak pada jasa konsultan, konstruksi dan properti, serta katering," terangnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina Ari H. Soemarno mengatakan, langkah restrukturisasi anak usaha tersebut diperlukan mengingat banyaknya anak usaha Pertamina yang bergerak di luar core business. Misalnya di bidang properti, asuransi, dan maskapai penerbangan. ''Itu yang dikerjasamakan dengan PPA (Perusahaan Pengelola Aset, Red),'' ujarnya.
Selain itu, kata Ari, Pertamina juga memiliki banyak aset non produktif seperti tanah, yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. ''Bukan berarti asetnya kita serahkan ke PPA. Tapi, tugas PPA adalah untuk merestrukturisasi anak-anak usaha tersebut,'' jelasnya.
Pada 25 September lalu, Pertamina memang sudah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding atau MoU) dengan PPA, untuk menjalankan proses restrukturisasi 19 anak usahanya. Beberapa aset properti yang saat ini dimiliki Pertamina diantaranya adalah jaringan hotel Patra serta gedung perkantoran Patra Jasa. (owi/bas)






0 komentar:
Posting Komentar