SURABAYA - Untuk kali kedua, PT Graha Nandi Sampoerna, salah satu calon investor Pasar Turi, mempresentasikan konsepnya di hadapan para pejabat pemkot kemarin (8/1). Kali ini, konsep yang dibeberkan lebih rinci. Investor tersebut juga mengaku sanggup menyediakan dana pembangunan Rp 1,5 triliun.
Presentasi di depan Wali Kota Bambang D.H. itu diikuti Asisten II Sekkota Muhlas Udin, Kepala Disperindag Endang Tjaturahwati, dan para pedagang Pasar Turi yang tergabung dalam Tim Pemulihan Pasca Kebakaran Pasar Turi (TPPKPK). Wali kota merespons positif konsep yang diajukan pedagang. Menurut Bambang, desain yang dibeberkan PT Graha Nandi Sampoerna cukup bagus. Apalagi, investor juga siap mendanai penuh pembangunan Pasar Turi.
Yang terpenting, kata dia, konsep yang diajukan mengakomodasi kepentingan para pedagang dan harga stan relatif murah. ''Dari enam lantai yang akan dibangun, tiga lantai bawah untuk pedagang lama dan sisanya khusus pedagang baru,'' ujarnya.
Meski demikian, pemilihan investor akan dilakukan dengan sistem lelang. Tim lelang akan dibentuk selambatnya pekan depan. Proses lelang dimulai jika pesertanya minimal lima perusahaan. Hingga kini, yang mengajukan surat permohonan mengikuti lelang baru tiga perusahaan. Namun, Bambang optimistis jumlah itu akan bertambah. ''Pasar Turi itu kan punya nama sehingga peminatnya juga banyak,'' jelasnya.
Sistem kerja sama yang akan dipakai adalah build operate transfer (BOT). Bambang optimistis pembangunan Pasar Turi bisa dilakukan secepatnya. Sebab, pedagang telah mencabut laporan terkait penyimpangan dalam pembangunan TPS Pasar Turi ke Polda Jatim.
Sekretaris TPPKPK Kemas A. Chalim yang hadir dalam pertemuan itu mengakui bahwa pedagang telah mencabut laporannya ke Polda Jatim. (kit/oni)






0 komentar:
Posting Komentar