BOJONEGORO - Umumnya, permohonan pembuatan ijazah pengganti diajukan lantaran ijazah sebelumnya hilang atau rusak karena bencana. Namun, yang dilakukan tiga lulusan SMAN 3 Bojonegoro ini berbeda. Mereka mengajukan ijazah pengganti karena ijazah yang diperoleh ketika lulus musnah dimakan rayap.
''Sejak enam bulan terakhir, kami menerima tiga permohonan penggantian ijazah karena ijazah sebelumnya dimakan rayap,'' kata Kepala SMAN 3 Bojonegoro Teguh Supriyadi kepada Radar Bojonegoro kemarin (15/1).
Menurut dia, ketiga siswa itu masing-masing lulusan tahun 2000, 2001 dan 2005.
Dia menuturkan, proses pengajuan penggantian ijazah baru membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sebab, kata dia, prosedur yang dilalui sangat rumit. Yakni, dari pengajuan tersebut, pihak sekolah akan melakukan verifikasi. Yakni, mengumpulkan data pendukug terkait siswa tersebut.
Selanjutnya, kata Teguh, sekolah akan mengeluarkan surat keterangan kerusakan dan membuat blanko ijazah sementara. ''Setelah itu, berkas tersebut kami ajukan kepada Disdikda dengan disertai nilai sesuai yang ada pada ijaah sebelumnya,'' jelasnya.
Berdasarkan pengajuan siswa dan surat keterangan kerusakan dari sekolah, lanjut Teguh, Disdikda akan mengajukan blanko ijazah baru kepada Depdiknas. Setelah turun, blanko itu akan diserahkan kepada sekolah untuk diisi sesuai data siswa bersangkutan. (dim)






0 komentar:
Posting Komentar