Jumat, 16 Januari 2009

Tiga Ruang SMAN 3 Dokosongkan

Runtuhan Plavon Lukai Empat Siswa

BOJONEGORO - Hampir satu bulan terakhir, tiga ruang kelas di SMAN 3 Bojonegoro dikosongkan. Hal ini lantaran palvon ruang itu runtuh dan melukai sejumlah siswa setempat. Diantaranya ada mengalami patah tulang, kepala bocor dan beberapa lainnya luka sobek dan memar.

Kepala SMAN 3 Bojonegoro Teguh Supriyadi mengatakan, plavon itu runtuh pada 22 Desember lalu. Yakni, saat sejumlah siswa sedang mengikuti bimbingan pasca jam belajar sekolah. ''Ketika itu tidak ada hujan maupun angin. Namun, sekitar pukul 15.30 plavon itu tiba-tiba ambruk,'' kata dia saat mendampingi sejumlah anggota Komisi D DPRD setempat yang menggelar inspeksi mendadak (sidak) kemarin (15/1).

Karena tidak ada tanda-tanda plavon bakal runtuh, maka siswa yang sedang mengikuti bimbingan tak sempat menghindar. Akibatnya, empat siswa mengalami luka yang cukup serius. Yakni, Moh. Imam yang mengalami patah tulang pada lengan, Dadang dengan loka bocor di kepala serta Bagas Samsul yang mengalami luka pada punggung.

Selain ketiga siswa itu, ada beberapa siswa lainnya yangmengalami luka ringan. Mulai dari memar hingga sobek pada beberapa bagian tubuh. Seluruh siswa itu adalah murid kelas XII IPA.3. ''Siswa yang luka serius langsung kami larikan ke RSUD dengan baiaya perawatan dari sekolah,'' terangnya.

Menurut Teguh, kejadian itu langsung dilaporkan kepada Disdikda Bojonegoro. Dan pihak disdikda telah menurunkan tim untuk melihat lokasi. Selain itu, lanjut dia, pihak sekolah juga langsung mendatangkan sejumlah tukang untuk melihat kondisi ruang kelas.

Meski yang ambruk hanya satu ruang, kata dia, ternyata dua ruang lain yang bersebelahan juga mengalami kondisi yang sama. Yakni, hampir seluruh bagian rangka plavon telah lapuk. Maklum, menurut dia bangunan itu belum pernah diperbaiki sejak dibangun pada 1988 silam. ''kami tidak mau mengambil resiko. Akhirnya tiga ruang itu kami kosongkan dan siswanya kami pindah ke ruang lain,'' terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D Agus Sugianto menyatakan, mestinya disdikda bertindak cepat dengan mengusulkan anggaran untuk perbaikan. Sebab, selain dapat mengancam keselamatan siswa, ketidaklayakan gedung akan mengganggu proses belajar mengajar. ''Jika kejadiannya sudah bulan Desember (2008), mestinya Disdikda kan dapat mengusulkan rehab melalui PAK (perubahan anggaran keuangan, Red),'' imbuhnya.

Agus juiga mendesak agar Disdikda Kota Ledre tidak menganggap entang hal tersebut. Apalagi, sekolah yang berada di Jalan Munginsidi itu menjadi salah satu rintisan sekolah unggulan. ''Jangan sampai masalah inimenjadi klilip dunia pendidikan di Bojonegoro. Bukan hanya SMAN 3, ratusan gedung sekolah yang rusak lainnya juga perlu perhatian serius,'' tandasnya.

Senada, Bambang Marsudiono mendesak agar Disdikda segera mengusulkan anggaran rehab untuk sejumlah gedung sekolah yang rusak. Apalagi, kata dia, saat ini sedang dilakukan pembahasan antara panitia anggaran (panggar) DPRD dan tim anggaran eksekutif. (dim)
Share:

0 komentar: