Jumat, 09 Januari 2009

Pemilik "Doorlat" Diminta Buat Pernyataan

BOJONEGORO - Sebanyak 120 warga pemilik "doorlats" atau pintu lintas yang dibuat dengan jalan menjebol tanggul Bengawan Solo di Bojonegoro diminta menandatangani surat pernyataan kesanggupan menutup doorlat jika permukaan air bengawan solo naik

Koordinator Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro Moelyono Radar Bojonegoro menjelaskan dari hasil pendataan yang dilakukan "doorlats" di sepanjang tanggul Bengawan Solo di wilayah perkotaan jumlahnya mencapai 184 buah dengan lebar mulai 0,50-8 meter. Dari jumlah tersebut dia menambahkan sebanyak 14 buah merupakan "doorlats" gang jalan pemukiman ''juga jalan menuju tempat ke pemakaman,'' tegansya

Sedangkan sebanyak 50 buah lanjut dia menjadi tanggung jawab Balai Besar Bengawan Solo karena keberadaan bersamaan dengan dibangunnya tanggul yang mengisolasi kota Bojonegoro dari serbuan banjir Bengawan Solo. "Secara teknis penutupan "doorlats" dilakukan ketika ketinggian air Bengawan Solo mencapai 15,00 m (siaga III-kritis) dari permukaan air laut, " imbuhnya.

Dia menuturkan dari hasil evaluasi ternyata ada 120 buah "doorlats" yang menjadi tanggungjawab masyarakat, karena dibuat tanpa ijin atau dengan ijin. Bahkan menurutnya nama-nama pemiliknya sudah di data oleh pihaknya. ''Yang jelas seluruh "doorlats" tersebut berpotensi menimbulkan luapan banjir Bengawan Solo, kalau penanganannya atau penutupannya menyalahi ketentuan tekni,''ungkapnya

Moelyono menyatakan dijadwalkan pekan depan sosialisasi penanganan "doorlats" mulai Desa Jetak, Kauman, Ledokwetan, Ledokkulon hingga Banjarjo, di Kecamatan Kota, Bojonegoro itu, akan dilakukan Tim dari Balai Besar Bengawan Solo, Perum Jasa Tirta I Malang, Pemkab Bojonegoro dan . Dinas Pengairan Jawa Timur. Disamping sosialisasi sekaligus warga yang bertanggungjawab atas "doorlats" yang dibuat di dekat pemukimannnya tersebut diminta mengisi surat pernyataan kesanggupan mengamankan jika banjir Bengawan Solo datang. "Kalau memang masyarakat tidak bersedia, penanganan selanjutnya ya "doorlats" ditutup permanen, " katanya menjelaskan. (ade)
Share:

0 komentar: