BOJONEGORO - Sedikitnya lima belas desa di Kecamatan Ngasem dan Kalitidu mulai Rabu (7/1) lalu mengikuti lomba bersih desa. Antara lain Desa Bonorejo, Gayam, Mojodelik, Ringintunggal, Brabowan, Bandungrejo dan Desa Begadon. Ketujuh desa itumasuk Kecamatan Ngasem. Juga, Desa Beged, Cengungklung, Talok, Sumengko, Sudu, Manukan, Katur dan Desa Ngraho yang masuk Kecamatan Kalitidu.
Mahfudloh Suyoto saat membuka acara lomba bersih desa itu mengatakan, kepala desa harus dapat menjadi pemimpin yang diterima masyarakat. Juga, dapat memberikan memotifasi earga untuk menjaga kebersihan lingkungan.
''Sangat ironis jika kebersihan dipandang sebelah mata. Untuk itu, kami meminta para kades agar bisa mengoptimalkan kegiatan ini (lomba bersih desa, Red) untuk memotifasi masyarakat,'' ujar dia dalam acara pembukaan yang digelar di pendapa Kecamatan Kalitidu itu.
Selain itu, istri Bupati Suyoto itu juga menyatakan, belakangan kegiatan gotong-royong di masyarakat mulai memudar. Padahal, buda ini sangat penting untuk menjaga kerukunan dan kebersamaan. Untuk itu, kata dia, budaya gotong royong itu harus bisa ditumbuhkembangkan lagi.
Penyelenggaran kegiatan, direktur SEC Bojonegoro Agus Anshori mengatakan, selain lomba bersih desa ada dua lomba lain yang juga terangkai di dalamnya. ''Lomba itu adalah lomba memasak berbahan lokal untuk ibu-ibu dan lomba mewarnai/melukis tempat sampah,'' katanya.
Menurut dia, lomba ini akan berlangsung hingga 12 Februari mendatang. Dengan demikian, diharapkan partisipasi masyarakat untuk menjaga kebersihan dapat terus dilakukan. (dim)






0 komentar:
Posting Komentar