Jumat, 09 Januari 2009

Bandara Juanda Tutup Satu Jam, Jadwal Sebelas Pesawat Ditunda

BANDARA Juanda juga terkena dampak hujan deras yang mengguyur Surabaya dan sekitarnya kemarin (8/1). Cuaca buruk dan terbatasnya jarak pandang di landasan pacu membuat pengelola memutuskan menutup bandara selama sejam, mulai pukul 13.25 hingga 14.25.

''Dalam kondisi tertentu, misalnya terbatasnya jarak pandang, penutupan bandara seperti ini memang harus dilakukan. Itu untuk keselamatan banyak orang,'' kata Airport Duty Manager (ADM) Bandara Juanda Muhammad Muslik kepada Jawa Pos.

Akibat penutupan bandara selama sejam tersebut, tercatat sebelas pesawat harus ditunda untuk mendarat maupun berangkat dari Juanda. Lima di antara sebelas pesawat tersebut mengalami penundaan pendaratan. Rinciannya, Lion JT 780 tujuan Ujung Pandang, Wings Air 8384 tujuan Mataram, Wing Air 8226 tujuan Banjarmasin, Mandala 362 tujuan Banjarmasin, dan Mandala 281 tujuan Jakarta.

Sementara itu, empat pesawat lain harus di divert (pendaratannya dialihkan) ke Bandara Ngurah Rai, Bali. Penyebabnya sama, jarak pandang di landasan Bandara Juanda tidak memenuhi syarat untuk pendaratan pesawat.

Keempat pesawat tersebut adalah Mandala 363 dari Banjarmasin, Garuda 081 dari Kupang, Batavia 344 dari Balikpapan, dan Saudi Arabia Airlines SV5046 dari Madinah. ''Yang terakhir itu mengangkut jamaah haji,'' ujar Muslik.

Dua pesawat lain, yaitu Wing Air 8987 dan Mandala 281, dari Bandara Ngurah Rai, Bali, harus return to base (RTB) atau harus kembali ke bandara awal.

Dia menambahkan, setelah sempat ditutup sejam, lalu lintas pesawat di bandara kembali normal setelah pukul 14.30. ''Sekarang semua sudah normal. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan,'' tegasnya.

Sementaranitu, Kasi Data dan Informasi BMG Juanda Endro Tjahjono menjelaskan bahwa hujan deras di Surabaya dan sekitarnya kemarin terjadi karena adanya awan cumulonimbus di atas Surabaya bagian Timur hingga ke bagian tengah. "Di daerah yang di atasnya terdapat awan itu biasanya turun hujan dengan intensitas yang cukup tinggi,'' ungkapnya.

Hujan deras kemarin juga sesuai dengan siklus yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Di Jawa Timur, khususnya Surabaya, curah hujan tertinggi memang terjadi pada pertengahan Januari sampai awal Februari. (dan/fat)
Share:

0 komentar: