Senin, 26 Januari 2009

Sore Ini Gerhana Matahari Cincin

MAKASSAR - Hari ini, sebagian wilayah Indonesia disuguhi fenomena langka berupa gerhana matahari cincin. Meski tidak seluruh tahapan, peristiwa kali ini dapat disaksikan dari wilayah Indonesia menjelang matahari terbenam.

Daerah yang dapat menyaksikan gerhana cincin secara penuh adalah Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Bangka-Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah. Adapun wilayah-wilayah lain seperti Jakarta, Surabaya, dan Denpasar, hanya dapat melihat gerhana matahari sebagian dengan penutupan piringan matahari lebih dari 50 persen.

Hanya wilayah Papua tidak kebagian gerhana karena saat berlangsung, matahari di wilayah paling timur itu sudah tenggelam. Gerhana matahari cincin juga dapat diamati di sejumlah negara, seperti negara-negara di bagian selatan Afrika, Madagaskar, India bagian tenggara, Australia kecuali Tasmania, serta negara-negara Asia Tenggara.

Menurut Thomas Djamaluddin, peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) gerhana terjadi mulai pukul 15.20-17.50 WIB. "Untuk daerah-daerah lain di Indonesia, waktu gerhana sekitar waktu itu plus-minus 10 menit, yang dapat disaksikan 1-6 menit," jelasnya.

Thomas juga mengingatkan agar gerhana matahari ini tidak dilihat langsung dengan mata telanjang meski relatif lebih aman daripada gerhana matahari total. "Gerhana matahari cincin terjadi pada saat piringan matahari tidak tertutup penuh oleh piringan bulan sehingga tampak seperti cincin yang melingkari bulan yang tampak gelap," jelasnya. "Jadi, pada saat gerhana matahari cincin, tidak akan gelap seperti pada gerhana matahari total. Pada gerhana matahari cincin kali ini, penutupan bagian tengah piringan matahari sekitar 93-96 persen," katanya.

Kepala Bagian Jasa dan Pelayanan Balai Besar Meteorologi dan Geofisika (BBMG) Wilayah IV Makassar Sujarwo mengatakan, gerhana matahari cincin tidak membawa dampak berupa perubahan kondisi alam. "Fenomena alam itu tidak membawa efek terhadap perubahan cuaca," kata Sujarwo. (rah/jpnn/kim)
Share:

1 komentar:

abinehanafi mengatakan...

jam piro gerhanane pak?